.:: "IJA KHAM BEGUAI JEJAMA" ::. Welcome to my site "Krui Lampung Barat"
'Ayo kita bangun dan gali potensi Kekayaan Alam Indonesia khususnya daerah Lampung Barat (Krui & Sekitarnya) dengan tidak menghilangkan tradisi leluhur kita agar pembangunan semakin maju dan berkesinambungan...'

Minggu, 27 Juni 2010

Tabung Gas Elpiji


Upaya pemerintah untuk untuk mengurangi subsidi minyak tanah dengan memberikan kompor dan tabung gas elpiji 3 kg adalah sesuatu yang patut diberikan apresiasi namun masih ada timbul masalah di masyarakat karena akibat dari tabung gas tersebut .



Mungkin tak terlalu berlebihan jika ledakan tabung gas ini dianggap sebagai ancaman yang lebih mengerikan dibandingkan teroris. Ledakan tabung gas ini mengintip jiwa siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.  Ia telah  memasuki rumah-rumah Anda. Dan ironisnya pemerintah atau Pertamina sepertinya kurang perhatian dan informasi penggunaannya di masyarakat kurang sosialisasi dengan baik,akibatnya banyak menimbulkan korban jiwa. Lalu siapakah yang mesti bertanggungjawab? Haruskah kita membiarkan korban terus berjatuhan?

Contoh beberapa kasus tabung gas yang menimbulkan korban jiwa, seperti :
  1. Di Bandung, kompor gas meledak di rumah kos-kosan mahasiswa milik Ena, 41 tahun, Jalan Geger Arum I Nomor 77 RT 07 RW 02, kawasan Gegerkalong Girang, Bandung. (lihat selengkapnya)
  2. Di Depok, tiga orang warga mengalami luka bakar. (lihat selengkapnya)
  3. Di Palu, Sulawesi Tengah. (lihat selengkapnya).
  4. Di Makasar. (lihat selengkapnya) 
  5. Kemudian ada juga sebuah ledakan tabung gas menimpa rumah milik Nusa Pawan, 30 tahun, Kompleks Perumahan Yasmin Indah Blok C Nomor 6, Jalan Hertasning Baru . (lihat selengkapnya)
  6. Di Bogor. (lihat selengkapnya)
  7. Di Jakarta, dua korban ledakan tabung gas 3 kilogram di Jl Haji Jawahir RT 17 RW 06 Cilandak Barat.(lihat selengkapnya)
  8. Di Madiun, ledakan tabung gas elpiji menewaskan seorang perempuan.(lihat selengkapnya)
Kejadian di atas hanyalah sebagian dari sejumlah peristiwa ledakan tabung gas yang seolah tiada henti menelan korban. Lantas apakah ini akan terus dibiarkan? Apa langkah kongkrit pemerintah untuk mengatasinya? Apakah mereka yang telah menjadi korban itu lagi-lagi harus dipersalahkan? Padahal secara nyata teror bom tabung gas tersebut sudah berada di depan kita! Ya, dia ada di rumah Anda! Yang setiap saat menjadi ancaman, bahkan mungkin saja akan merenggut keluarga, atau bahkan kita sendiri, termasuk Anda!!!,terus terang termasuk saya sendiri kalau mau pasang gas harus menyuruh tetangga karena takut ada kesalahan pemasangan ,jadi
perlu ada solusi untuk menekan terjadinya tabung gas meledak seperti :

  1. Sosialiasi penggunaan tabung gas yang benar sampai RT-RT atau Dusun-dusun berupa pamlet atau penyuluhan-penyuluhan
  2. Para penjual tabung gas harus mendapat pelatihan cara pemasangan tabung gas yang benar sehingga masyarakat dapat informasi yang jelas
  3. Pengawasan dari Pertamina harus lebih ditingkatkan lagi terutama peredaran tabung gas ,selang dan regulator
  4. Para korban harus mendapatkan santunan atau pengganti akibat dari ledakan tabung gas tersebut baik kesembuhannya maupun perbaikan rumah yang rusak
  5. Pemerintah harus memberikan selang dan regulator yang berstandar SNI secara gratis karena itu merupan kebijakan dari Pemerintah 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar